Assalamu’alaikum,
TEORI
KEPRIBADIAN MENURUT HARTMAN
Selain 4 tipe kepribadian dasar
manusia teori Claudius Galen dengan istilah sanguin, melankolis, kholerik, dan
phlegmatis, tetapi ada juga teori kepribadian ciptaan Taylor Hartman, Phd.
Dimana Hartman membagi karakter manusia berdasarkan motifnya. Motif inilah yang
yang membedakan orang satu dengan lainnya. Hartman membaginya menjadi empat
motif utama, yaitu : kekuasaan, keintiman, kesenangan, dan kedamaian. Dalam
bukunya yang berjudul The
Color Code, motif
kekuasaan dilambangkan dengan warna merah, keintiman dengan biru, kedamaian
dengan putih, dan kesenangan dengan warna kuning. Jika anda ingin mengetahui
kira-kira kepribadian anda termasuk dalam yang mana..? anda bisa mencoba mengikuti tes kepribadian
Hartman yang ada di beberapa web site yang tersedia seperti di
www.colorcode.com .
Merah si pengguna kekuasaan, tipe
kepribadian ini sangat berkomitmen pada tujuan, gigih, dan seringkali sukses.
Si Merah mencari aksi dan hasil. Mereka haus akan produktivitas. Singkatnya,
karakter jenis ini membuat segala sesuatu terselesaikan. Kepribadian merah
selalu memandang ke depan sehingga cocok menjadi pemimpin. Selain itu, merah
cenderung tidak sensitif alias berhati dingin, dalam hati mereka marah tetapi
tetap tampil luar biasa tenang.
Biru si pelaku kebajikan, kepribadian diri yang satu ini
mewakili sifat-sifat baik yang kita junjung tinggi, seperti kejujuran, empati,
pengorbanan diri, kesetiaan, ketulusan, dan disiplin diri. Si biru ini
sepertinya dikaruniai sifat-sifat ini secara alamiah. Mereka menghargai kreativitas,
komitmen dalam hubungan, dan prestasi dengan disiplin. Mereka sangat komit,
luar biasa setia, dan anggota masyarakat yang sopan. Mereka berpendirian sangat
teguh dan pesaing tangguh untuk dihadapi kepribadian mana pun, karena pada
intinya mereka mendasarkan semua pendapat pada emosi dan prisip moral.
Kepribadian manusia yang berwarna biru ini seperti pedang bermata dua secara
emosional. Dalam sisi poitif, mereka pemberi dan simpatik. Di sisi negatif,
mereka dapat sulit memaafkan dan sangat sensitif. Ciri yang paling menojol dari
kepribadian ini adalah depresi.
Putih si penjaga kedamaian,
karakter orang berwarna putih ini sangat rajin mencari cara-cara untuk
mendorong kerjasama, berapapun harganya. Mereka menghargai sifat kerjasama umat
manusia dan terus berusaha mencapai kehidupan bersama yang damai di antara
semua makhluk hidup. Si Putih ini seringkali tidak berdaya, mengundang orang
untuk menolong dan melindungi mereka dalam hidup. Mereka mungkin terngantung
pada orang lain untuk membuat hidup mereka terjadi. Putih adalah orang-orang
yang puas, mereka seperti air yang melewati dan mengelilingi
kesulitan-kesulitan hidup, bukannya menuntut agar rintangan di depan mereka
dipindahkan. Mereka benar-benar pribadi yang bisa memandang semua masalah dengan
baik.
Kuning si pencinta kesenangan, karakter orang berwarna kuning ini
sangat mencintai kehidupan. Mereka memeiliki sifat mental yang memungkinkan
mereka menghargai apa yang mereka miliki. Mereka seringkali sangat terfokus
pada diri sendiri dengan kata lain egois. Kepribadian kuning yang riang gembira
membuatnya mudah bergaul dengan semua orang dan mencerahkan kehidupan mereka.
Seringkali mereka adalah orang yang populer dan karismatis. Dibalik sifatnya
yang periang tersebut, karakter orang berwarna kuning ini ternyata individu
yang ceroboh dan berantakan. Yang membuatnya tampak parah adalah sifat
angin-anginanya, kadang iya dan kadang tidak tergantung ke mana angin bertiup.
PERKEMBANGAN
KEPRIBADIAN DAN KARAKTER
Nah, sekarang pertanyaanya adalah,
kepribadian mana yang paling baik, karakter mana yang paling jelek ? Di sini
kita mesti menambahkan kata-kata dewasa dalam kamus kita. Meskipun orang
dilahirkan dengan segala kemampuan dan keunggulan karakter, tetapi jika sifat
dan perilakunya seperti anak umur lima tahun, bisakah ini dinamakan baik ?
Demikian sebaliknya, orang tanpa keunggulan karakter tetapi mampu berperilaku
dengan bijaksana, bisakah dikatakan jelek ? Jadi kembali ke masing-masing orang
bagaimana mereka bisa memanfaatkan dari kelebihan karakter yang ada dan
berusaha memperbaiki keurangan yang ada agar menjadi orang yang sukses baik
dunia dan akhirat.
DASAR TEORI KEPRIBADIAN GALEN
Pembagian karakter atau tempramen
seseorang menjadi Sanguin-Melankolis-Koleris-Plegmatis dicetuskan pertama kali
oleh Hippocrates dan dipopulerkan Galen. Teori ini juga sering disebut
Hippocrates-Galenus karena dua orang inilah yang paling getol menyebarkan teori
empat karakter atau tempramen. Kedua orang ini sama-sama dokter dan
filusuf, bedanya kehidupan mereka dipisahkan oleh rentang waktu yang sangat
jauh, sekitar 500 tahun. Hippocrates hidup pada 460 SM sementara Galen hidup di
tahun 160 M. Karena sama-sama berlatar belakang dokter, maka teori yang dikenal
sebagai The Four Tempramentini pada dasarnya memang tidak lepas dari unsur
medis. Hippocrates membagi kepribadian manusia berdasarkan cairan dalam tubuh
manusia.
Cairan yang lebih dominan dalam
tubuh yaitu cairan chole (empedu kuning yang sifatnya kering). Orang choleris adalah orang yang
memiliki tipe kepribadian: hidup penuh semangat, keras, hatinya mudah terbakar,
daya juang besar, optimistis, garang, mudah marah, pengatur, penguasa,
pendendam, dan serius.
Cairan yang lebih dominan dalam
tubuh yaitu cairan melanchole (empedu hitam yang sifatnya basah). Orang melancholis adalah orang
yang memiliki tipe kepribadian : mudah kecewa, daya juang kecil, muram,
pesimistis, penakut, dan kaku.
Cairan yang lebih dominan dalam
tubuh yaitu cairan sanguis atau (darah yang sifatnya panas). Orang sanguinis adalah orang yang
memiliki tipe kepribadian : hidup mudah berganti haluan, ramah, mudah bergaul,
lincah, periang, mudah senyum, dan tidak mudah putus asa.
Cairan yang lebih dominan dalam
tubuh yaitu cairan phlegma (lendir yang sifatnya dingin). Orang phlegmatis adalah orang
yang memiliki tipe kepribadian : tidak suka terburu-buru, tenang, tidak mudah
dipengaruhi, setia, dingin, santai dan sabar.
Teori ini kemudian diperjelas
Galen yang pada intinya kepribadan dominan seseorang dipengaruhi tingkat cairan
dalam tubuhnya. Jika orang tersebut memiliki banyak empedu hitam (melanchole)
maka tempramen dominannya Melankolis. Jika tempramen anda ternyata sanguin,
bisa dipastikan tubuh anda memiliki banyak darah (sanguis).
Bisakah kita mempercayai teori kepribadian
berdasarkan cairan dalam tubuh kita ? Apa hubungannya empedu dengan karakter ?
apa hubungannya lendir dengan sifat manusia ? Dan apa hubungannya darah dengan
cara berpikir kita ? Sebenarnya banyak hal yang tidak kita ketahui tentang diri
kita. Salah satunya adalah proses kehamilan dan sistem antibodi kita. Begitu
ada benda asing masuk ke aliran darah, sel darah putih akan segera menyelidiki
"sesuatu" itu. Jika ternyata virus, maka otak akan memerintahkan sel
darah putih untuk menyerang dan membuat antibodi untuk menyerang dan membunuh
virus tersebut. Proses ini terjadi dalam hitungan detik dan dalam alam bawah
sadar kita. Lain halnya dengan proses kehamilan.
Dimulai dari sesuatu yang kita
sebut sebagai sperma masuk melalui hubungan sex, hingga menjadi janin. Sel
darah putih mengidentifikasi janin ini sebagai teman bukan lawan. Bisa anda
bayangkan apa yang akan terjadi jika janin dianggap musuh oleh sel darah putih,
ujung tombak pertahanan kita ? Jika anda tidak bisa membayangkan, lihatlah
penyakit kanker. Tanyakan bagaimana bisa seorang ibu bergolongan darah B
memiliki janin yang golongan darahnya O dalam tubuhnya selama 9 bulan ?
Teori Gelenus ini sudah sangat tua
dan tidak ada yang bisa membagi kepribadian manusia sesederhana sekaligus
serumit The Four
Temprament ini. Tidak
heran jika teori Galen ini dipakai sebagai dasar bagi teori-teori kepribadian
lainnya. Apapun teori yang anda ketahui, anda akan menemukan Galenus sebagai
acuan dasarnya.
HUBUNGAN TEORI GALEN DENGAN TEORI HARTMAN
Perbedaan utama teori Hartman
dengan Galen adalah dasar klasifikasinya. Taylor Hartman, Phd membagi
kepribadian manusia berdasarkan motif dasarnya yaitu:
1. Motif kekuasaan, dilambangkan dengan warna merah.
2. Motif kemanusiaan, dilambangkan dengan warna biru.
3. Motif kesenangan, dilambangkan dengan warna
kuning.
4. Motif kedamaian, dilambangkan dengan warna putih.
Dari mana asalnya motif dasar ini
? Berdasarkan teori kode warna Hartman, motif tiap-tiap kepribadian ini dibawa
sejak lahir. Artinya setiap manusia sudah membawa motif ini saat dia masih
menjadi janin dalam tubuh ibunya. Inilah kesamaan teori Hartman dengan teori
Galen, bahwa kepribadian manusia itu mengalir dalam tubuhnya.
Manusia itu unik sekaligus rumit.
Tidak ada yang bisa mendefinisikan manusia secara sempurna. Mengapa saya
melakukan hal ini, menyenangi hal itu, atau membenci sesuatu. Teori - teori
kepribadian hanya menjelaskan sebagian kecil dalam diri manusia. Karena itu
tidak ada untungnya mengunggulkan satu teori dengan teori lainnya. Hendaknya
tiap-tiap teori kepribadian kita pandang sebagai teori yang melengkapi satu
dengan lainnya.
Jika kita pelajari dan perhatikan
dari kedua teori kepribadian antara Galen dengan Hartman maka terlihat hampir
sama, misalkan kepribadian dominan anda Sanguins bisa dipastikan warna
kepribadian anda kuninga. Dan jika kombinasi kepribadian Galenus anda
Melankolis-Phlegmatis, maka anda adalah Biru-Putih versi Kode Warna Hartman.
Dari kemiripan teori ke-duanya
maka bisa ditarik kesimpulan berupa tabel sebagai berikut :
|
Pada
dasarnya dari beberapa teori kepribadian yang ada setidaknya memilik dasar
kemiripan dan kesamaan tipenya, yang membedakannya hanya pemberian atau
penyebutan istilahnya saja.
Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa,
Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala
sesuatu.
Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan,
dan tidak ada seorangpun yang setara dengan
Dia".
[QS. Al Ikhlash – 1 = 4]
Wasalam,
Julak Ian


Tidak ada komentar:
Posting Komentar