Sabtu, 07 Mei 2016

Mengenal Beberapa Sifat Dasar Kepribadian Dan Karakter Seseorang Bagian 5



Assalamu’alaikum,


TEORI KEPRIBADIAN MENURUT HARTMAN

Selain 4 tipe kepribadian dasar manusia teori Claudius Galen dengan istilah sanguin, melankolis, kholerik, dan phlegmatis, tetapi ada juga teori kepribadian ciptaan Taylor Hartman, Phd. Dimana Hartman membagi karakter manusia berdasarkan motifnya. Motif inilah yang yang membedakan orang satu dengan lainnya. Hartman membaginya menjadi empat motif utama, yaitu : kekuasaan, keintiman, kesenangan, dan kedamaian. Dalam bukunya yang berjudul The Color Code, motif kekuasaan dilambangkan dengan warna merah, keintiman dengan biru, kedamaian dengan putih, dan kesenangan dengan warna kuning. Jika anda ingin mengetahui kira-kira kepribadian anda termasuk dalam yang mana..? anda  bisa mencoba mengikuti tes kepribadian Hartman yang ada di beberapa web site yang tersedia seperti di www.colorcode.com .

Merah si pengguna kekuasaan, tipe kepribadian ini sangat berkomitmen pada tujuan, gigih, dan seringkali sukses. Si Merah mencari aksi dan hasil. Mereka haus akan produktivitas. Singkatnya, karakter jenis ini membuat segala sesuatu terselesaikan. Kepribadian merah selalu memandang ke depan sehingga cocok menjadi pemimpin. Selain itu, merah cenderung tidak sensitif alias berhati dingin, dalam hati mereka marah tetapi tetap tampil luar biasa tenang.

Biru si pelaku kebajikan, kepribadian diri yang satu ini mewakili sifat-sifat baik yang kita junjung tinggi, seperti kejujuran, empati, pengorbanan diri, kesetiaan, ketulusan, dan disiplin diri. Si biru ini sepertinya dikaruniai sifat-sifat ini secara alamiah. Mereka menghargai kreativitas, komitmen dalam hubungan, dan prestasi dengan disiplin. Mereka sangat komit, luar biasa setia, dan anggota masyarakat yang sopan. Mereka berpendirian sangat teguh dan pesaing tangguh untuk dihadapi kepribadian mana pun, karena pada intinya mereka mendasarkan semua pendapat pada emosi dan prisip moral. Kepribadian manusia yang berwarna biru ini seperti pedang bermata dua secara emosional. Dalam sisi poitif, mereka pemberi dan simpatik. Di sisi negatif, mereka dapat sulit memaafkan dan sangat sensitif. Ciri yang paling menojol dari kepribadian ini adalah depresi.

Putih si penjaga kedamaian, karakter orang berwarna putih ini sangat rajin mencari cara-cara untuk mendorong kerjasama, berapapun harganya. Mereka menghargai sifat kerjasama umat manusia dan terus berusaha mencapai kehidupan bersama yang damai di antara semua makhluk hidup. Si Putih ini seringkali tidak berdaya, mengundang orang untuk menolong dan melindungi mereka dalam hidup. Mereka mungkin terngantung pada orang lain untuk membuat hidup mereka terjadi. Putih adalah orang-orang yang puas, mereka seperti air yang melewati dan mengelilingi kesulitan-kesulitan hidup, bukannya menuntut agar rintangan di depan mereka dipindahkan. Mereka benar-benar pribadi yang bisa memandang semua masalah dengan baik.

Kuning si pencinta kesenangan, karakter orang berwarna kuning ini sangat mencintai kehidupan. Mereka memeiliki sifat mental yang memungkinkan mereka menghargai apa yang mereka miliki. Mereka seringkali sangat terfokus pada diri sendiri dengan kata lain egois. Kepribadian kuning yang riang gembira membuatnya mudah bergaul dengan semua orang dan mencerahkan kehidupan mereka. Seringkali mereka adalah orang yang populer dan karismatis. Dibalik sifatnya yang periang tersebut, karakter orang berwarna kuning ini ternyata individu yang ceroboh dan berantakan. Yang membuatnya tampak parah adalah sifat angin-anginanya, kadang iya dan kadang tidak tergantung ke mana angin bertiup.

PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN DAN KARAKTER

Nah, sekarang pertanyaanya adalah, kepribadian mana yang paling baik, karakter mana yang paling jelek ? Di sini kita mesti menambahkan kata-kata dewasa dalam kamus kita. Meskipun orang dilahirkan dengan segala kemampuan dan keunggulan karakter, tetapi jika sifat dan perilakunya seperti anak umur lima tahun, bisakah ini dinamakan baik ? Demikian sebaliknya, orang tanpa keunggulan karakter tetapi mampu berperilaku dengan bijaksana, bisakah dikatakan jelek ? Jadi kembali ke masing-masing orang bagaimana mereka bisa memanfaatkan dari kelebihan karakter yang ada dan berusaha memperbaiki keurangan yang ada agar menjadi orang yang sukses baik dunia dan akhirat.

DASAR TEORI KEPRIBADIAN GALEN

Pembagian karakter atau tempramen seseorang menjadi Sanguin-Melankolis-Koleris-Plegmatis dicetuskan pertama kali oleh Hippocrates  dan dipopulerkan Galen. Teori ini juga sering disebut Hippocrates-Galenus karena dua orang inilah yang paling getol menyebarkan teori empat karakter atau tempramen. Kedua orang ini  sama-sama dokter dan filusuf, bedanya kehidupan mereka dipisahkan oleh rentang waktu yang sangat jauh, sekitar 500 tahun. Hippocrates hidup pada 460 SM sementara Galen hidup di tahun 160 M. Karena sama-sama berlatar belakang dokter, maka teori yang dikenal sebagai The Four Tempramentini pada dasarnya memang tidak lepas dari unsur medis. Hippocrates membagi kepribadian manusia berdasarkan cairan dalam tubuh manusia.

Cairan yang lebih dominan dalam tubuh yaitu cairan chole (empedu kuning yang sifatnya kering). Orang choleris adalah orang yang memiliki tipe kepribadian: hidup penuh semangat, keras, hatinya mudah terbakar, daya juang besar, optimistis, garang, mudah marah, pengatur, penguasa, pendendam, dan serius.

Cairan yang lebih dominan dalam tubuh yaitu cairan melanchole (empedu hitam yang sifatnya basah). Orang melancholis adalah orang yang memiliki tipe kepribadian : mudah kecewa, daya juang kecil, muram, pesimistis, penakut, dan kaku.

Cairan yang lebih dominan dalam tubuh yaitu cairan sanguis atau (darah yang sifatnya panas). Orang sanguinis adalah orang yang memiliki tipe kepribadian : hidup mudah berganti haluan, ramah, mudah bergaul, lincah, periang, mudah senyum, dan tidak mudah putus asa.

Cairan yang lebih dominan dalam tubuh yaitu cairan phlegma (lendir yang sifatnya dingin). Orang phlegmatis adalah orang yang memiliki tipe kepribadian : tidak suka terburu-buru, tenang, tidak mudah dipengaruhi, setia, dingin, santai dan sabar.

Teori ini kemudian diperjelas Galen yang pada intinya kepribadan dominan seseorang dipengaruhi tingkat cairan dalam tubuhnya. Jika orang tersebut memiliki banyak empedu hitam (melanchole) maka tempramen dominannya Melankolis. Jika tempramen anda ternyata sanguin, bisa dipastikan tubuh anda memiliki banyak darah (sanguis). 


Bisakah kita mempercayai teori kepribadian berdasarkan cairan dalam tubuh kita ? Apa hubungannya empedu dengan karakter ? apa hubungannya lendir dengan sifat manusia ? Dan apa hubungannya darah dengan cara berpikir kita ? Sebenarnya banyak hal yang tidak kita ketahui tentang diri kita. Salah satunya adalah proses kehamilan dan sistem antibodi kita. Begitu ada benda asing masuk ke aliran darah, sel darah putih akan segera menyelidiki "sesuatu" itu. Jika ternyata virus, maka otak akan memerintahkan sel darah putih untuk menyerang dan membuat antibodi untuk menyerang dan membunuh virus tersebut. Proses ini terjadi dalam hitungan detik dan dalam alam bawah sadar kita. Lain halnya dengan proses kehamilan.

Dimulai dari sesuatu yang kita sebut sebagai sperma masuk melalui hubungan sex, hingga menjadi janin. Sel darah putih mengidentifikasi janin ini sebagai teman bukan lawan. Bisa anda bayangkan apa yang akan terjadi jika janin dianggap musuh oleh sel darah putih, ujung tombak pertahanan kita ? Jika anda tidak bisa membayangkan, lihatlah penyakit kanker. Tanyakan bagaimana bisa seorang ibu bergolongan darah B memiliki janin yang golongan darahnya O dalam tubuhnya selama 9 bulan ?

Teori Gelenus ini sudah sangat tua dan tidak ada yang bisa membagi kepribadian manusia sesederhana sekaligus serumit The Four Temprament ini. Tidak heran jika teori Galen ini dipakai sebagai dasar bagi teori-teori kepribadian lainnya. Apapun teori yang anda ketahui, anda akan menemukan Galenus sebagai acuan dasarnya.

HUBUNGAN TEORI GALEN DENGAN TEORI HARTMAN

Perbedaan utama teori Hartman dengan Galen adalah dasar klasifikasinya. Taylor Hartman, Phd membagi kepribadian manusia berdasarkan motif dasarnya yaitu:

1. Motif kekuasaan, dilambangkan dengan warna merah.
2. Motif kemanusiaan, dilambangkan dengan warna biru.
3. Motif kesenangan, dilambangkan dengan warna kuning.
4. Motif kedamaian, dilambangkan dengan warna putih.



Dari mana asalnya motif dasar ini ? Berdasarkan teori kode warna Hartman, motif tiap-tiap kepribadian ini dibawa sejak lahir. Artinya setiap manusia sudah membawa motif ini saat dia masih menjadi janin dalam tubuh ibunya. Inilah kesamaan teori Hartman dengan teori Galen, bahwa kepribadian manusia itu mengalir dalam tubuhnya.

Manusia itu unik sekaligus rumit. Tidak ada yang bisa mendefinisikan manusia secara sempurna. Mengapa saya melakukan hal ini, menyenangi hal itu, atau membenci sesuatu. Teori - teori kepribadian hanya menjelaskan sebagian kecil dalam diri manusia. Karena itu tidak ada untungnya mengunggulkan satu teori dengan teori lainnya. Hendaknya tiap-tiap teori kepribadian kita pandang sebagai teori yang melengkapi satu dengan lainnya.

Jika kita pelajari dan perhatikan dari kedua teori kepribadian antara Galen dengan Hartman maka terlihat hampir sama, misalkan kepribadian dominan anda Sanguins bisa dipastikan warna kepribadian anda kuninga. Dan jika kombinasi kepribadian Galenus anda Melankolis-Phlegmatis, maka anda adalah Biru-Putih versi Kode Warna Hartman.

Dari kemiripan teori ke-duanya maka bisa ditarik kesimpulan berupa tabel sebagai berikut :

TEORI KEPRIBADIAN GALEN
TEORI KEPRIBADIAN HARTMAN
Kholerik
Merah
Melankolik
Biru
Sanguin
Kuning
Plegmatik
Putih

Pada dasarnya dari beberapa teori kepribadian yang ada setidaknya memilik dasar kemiripan dan kesamaan tipenya, yang membedakannya hanya pemberian atau penyebutan istilahnya saja.

Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa,
Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan,
dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia".
   
 [QS. Al Ikhlash – 1 = 4]

Wasalam,


Julak Ian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar