Jumat, 22 April 2016

Mengenal Beberapa Sifat Dasar Kepribadian Dan Karakter Seseorang Bagian 3

Assalamu’alaikum,

KEPRIBADIAN KOLERIS :

Sifat dari Koleris dominan adalah jiwa pemimpin, tegas, berorientasi ke hasil, bicara inti permasalahan, kemauan kuat, praktis dalam pemecahan, cepat dalam bertindak, mandiri, berpikir secara global, aktif, bertindak rasional. Dan sifat lain dari Koleris adalah suka mengatur, tidak suka diatur, tidak suka basa-basi, tidak pernah merasa bersalah, tidak suka yang monoton, suka tantangan.

Cara berkomunikasi dengan seorang koleris adalah :

Beri penghargaan tulus atas hasil kerjanya.
Berbicara langsung pada persoalan.
Berbicara dengan fakta dan bukti.
Mintalah pandangan atau pendapatnya.
Usahakanlah keputusan yang diambil seolah-olah keputusan dia.
Harus siap dikritik.
Jangan menyalahkan secara langsung

Catatan karakter koleris :

Kepribadian koleris adalah hargailah saya.
Cara yang digunakan koleris adalah cara saya sendiri.
Kebutuhan dasar emosi koleris adalah pengendalian.
Tingkat stress koleris adalah jika tak ada kendali.

Watak dasar koleris : ekstrovert, pelaku, optimis.

Personality secara umum koleris adalah suka petualangan, persuasif, percaya diri.
Kepribadian Koleris berorientasi pada sasaran. Aktivitasnya dicurahkan untuk berprestasi, memimpin, dan mengorganisasikan. Orang bertipe koleris menuntut loyalitas dan penghargaan dari sesama, berusaha mengendalikan dan mengharapkan pengakuan atas prestasinya, serta suka ditantang dan mau menerima tugas-tugas sulit. Tapi mereka juga suka merasa benar sendiri, suka kecanduan jika melakukan sesuatu, keras kepala, dan tidak peka terhadap perasaan orang lain. Seorang koleris seperti ini sering diidentifikasi sebagai “si pelaksana”. 










KOLERIS - Si Kuat

Seorang tipe korelis ini biasanya suka mengatur dan memerintah orang, dia nggak mau ada orang berdiam diri saja sementara dia sibuk kerja/beraktivitas. orang korelis suka akan tantangan, sang suka berpetualang, mereka juga tegas tak heran banyak dari usahanya yang sukses karna memang sifatnya yang juga pantang menyerah dan juga mengalah. 

Tipe korelis dari sisi negatifnya orangnya yang tidak sabaran, segalanya harus cepat karena memang sifat keproduktivitasnya yang tinggi. mereka juga gampang sekali marah, dan suka berprilaku kasar. Jadi kalau bertemu teman kerjanya uring-uringan, suka berkata kasar dan gampang marah, dialah Koleris.

Mereka juga suka akan kontoversi dan pertengkaran, bertolak belakang dengan dengan plegmatis yang cinta damai, sifat mereka juga kurang bersimpatin dengan sesama suka memanipulasi orang lain dan memperalat orang lain dan juga kalau salah, susah banget meminta maaf.

Orang koleris sedikit mirip dengan sanguis mereka gampang bergaul dan optimistis. Mereka juga bisa berkomunikasi dengn baik dan terbuka dengan orang lain, tipe orang seperti ini cocok sebagai pemimpin.

SECARA GARIS BESAR KEKUATAN KARAKTER KOLERIS :

Senang memimpin, membuat keputusan, dinamis dan aktif.
Sangat memerlukan perubahan dan harus mengoreksi kesalahan.
Berkemauan keras dan pasti untuk mencapai sasaran/target.
Bebas dan mandiri.
Berani menghadapi tantangan dan masalah.
“Hari ini harus lebih baik dari kemarin, hari esok harus lebih baik dari hari ini”.
Mencari pemecahan praktis dan bergerak cepat.
Mendelegasikan pekerjaan dan orientasi berfokus pada produktivitas.
Membuat dan menentukan tujuan.
Terdorong oleh tantangan dan tantangan.
Tidak begitu perlu teman.
Mau memimpin dan mengorganisasi.
Biasanya benar dan punya visi ke depan.
Unggul dalam keadaan darurat.

SECARA GARIS BESAR KELEMAHAN KARAKTER KOLERIS :

Tidak sabar dan cepat marah (kasar dan tidak taktis).
Senang memerintah.
Terlalu bergairah dan tidak/susah untuk santai.
Menyukai kontroversi dan pertengkaran.
Terlalu kaku dan kuat/ keras.
Tidak menyukai air mata dan emosi tidak simpatik.
Tidak suka yang sepele dan bertele-tele / terlalu rinci.
Sering membuat keputusan tergesa-gesa.
Memanipulasi dan menuntut orang lain, cenderung memperalat orang lain.
Menghalalkan segala cara demi tercapainya tujuan.
Workaholics (kerja adalah “diatas segalanya”).
Amat sulit mengaku salah dan meminta maaf.
Mungkin selalu benar tetapi tidak populer

Orang koleris sedikit mirip dengan sanguis mereka gampang bergaul dan optimistis. Mereka juga bisa berkomunikasi dengn baik dan terbuka dengan orang lain, tipe orang seperti ini cocok sebagai pemimpin.

Contoh seseorang yang mendekati karakter koleris yang populer si ambisius yaitu A Einstein seorang yang pantang menyerah dan tetap konsisten pada teori yang pada awalnya dianggap tidak masuk akal. Seseorang dengan karakter koleris memiliki sifat lebih dikenal dengan karakter yang keras dan tegas, seorang koleris mempunyai ciri kepribdian ekstrovet, senang bertindak, optimis.

Beberapa kelebihan sorang koleris adalah emosinya kuat, berbakat sebagai seorang pemimpin, sangat memerlukan perubahan, tidak patah semangat dalam berusaha, mandiri, oleh sebab itu seorang koleris adalah seorang pekerja keras apapun bidangnya.

Seorang koleris selalu berorientasi target, melihat seluruh gambaran, bergerak cepat untuk bertindak, mencari pemecahan praktis, mendelegasikan pekerjaan, menekankan pada hasil, berkembang karena saingan oleh sebab itu seorang koleris berkompeten sebagai pimpinan baik dalam politik, dunia usaha, atau kelompok  organisasi masyarakat.

Namun ada beberapa sifat dasar koleris yang terkadang justru malah membuat orang lain merasa tidak senang, seorang koleris sering kali memaksakan kehendaknya pada orang lain, selalu bersifat mendomiasi sehingga kadang orang merasa selalu di intervensi.

Seorang koleris yang kuat seringkali dalam bertindak terlalu cepat tanpa mempertimbangkan resiko, merasa benar, dan kurang mempertimbangkan masukan teman, sehingga terkadang pekerjaan malah menjadi tidak seperti apa yang diharapkan karena kurang persiapan yang mantap. 

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mendidik seorang anak yang koleris, anak dengan sifat dasar koleris ketika masih kanak-kanak sudah berusaha mendominasi, diperlihatkan dengan selalu ingin menang dalam merebutkan mainan atau makanan, sifatnya cenderung temperamen, dan nakal. Dalam mendidik sebagai orang tua harus dapat menekankan sifat menyayangi bahwa merebut atau merampas mainan  adalah tindakan yang tidak di benarkan dan akan meyakiti hati teman atau saudara dan menjadikan teman merasa sedih.

Ketika beranjak remaja biasanya sifat kerasnya sudah lebih mendominasi dalam setiap segmen kehidupanya, biasanya anak cenderung mau menang sendiri. Apabila sifat ini tidak diarahkan dengan benar maka dapat menimbulkan sifat egois, ketika anak masuk dalam pergaulan atau lingkungan yang tidak kondusif maka anak akan cenderung menggunakan cara kekerasan dalam menunjukan sifat egonya seperti bertengkar, berkelahi dengan teman. Namun jika kita mengarahkan si koleris yang ambisius dengan cara yang benar dan tepat yaitu diarahkan pada hal-hal yang posistif seperti  pelajaran, olah raga ataupun seni maka kita akan dapatkan seorang yang berlatih secara keras dan tekun dan tak kenal patah semangat.

Oleh karena itu ketika kita mengetahui bahwa watak anak kita adalah seorang yang ambisius maka segeralah arahkan dengan benar, pada hal-hal posistif yang mengasah kecerdasan dan kreatifitasnya sehingga akan menjadikan suatu prestasi yang membanggakan, karena orang koleris cenderung mau menang sendiri, merasa selalu benar, optimis dan kurang membutuhkan orang lain maka kita harus menanamkan sebuah nilai bahwa tidak selamanya manusia itu benar, tidak selamanya orang itu kuat, manusia tidak akan dapat melakukan segala sesuatunya sendiri pasti akan membutuhkan bantuan dan kerjasama dengan orang lain karena pekerjaan yang dilakukan secara terorganisir pasti akan menghasilkan hal yang lebih baik, ajarkan sikap toleran dan bekerja secara team, anjurkan jangan selalu memaksakan kehandak kepada orang lain.

Namun sikap optimis dan mengambil keputusan secara cepat dan komitmen, dari  seorang koleris selalu dibutuhkan oleh organisasi/perkumpulan  dalam mengambil sebuah keputusan disaat situasi yang darurat, serta mereka cakap dalam memotivasi orang lain untuk segera bertindak, seorang koleris adalah promotor yang baik, ada pepatah mengatakan “ jika suatu tujuan ingin cepat tercapai maka jadikanlah seorang koleris sebagai pemimpinya”.

Seorang koleris adalah pekerja keras, tidak akan berhenti kerja sebelum tujuanya tercapai, hal ini akan menjadikan ketegangan pada si koleris selalu berada dalam tingkat kesetresan yang tinggi, seorang koleris tidak akan dapat tidur dengan tenang  ketika suatu pekerjaanya ada yang belum terselesaikan, kecenderungan untuk bertindak segera dan tak dapat menunda seringkali memaksakan diri untuk bekerja lembur dan tak mengenal istirahat sehingga dapat mengakibatkan dampak buruk bagi kesehatan fisiknya, oleh sebab itu anjurkan si koleris untuk lebih bersikap rileks, tenang tidak terburu-buru, dan anjurkan untuk mengambil liburan diantara hari-harinya yang sibuk.

Koleris yang ambisius bukanah seorang yang cakap dalam berhubungan dengan manusia lain, karena mereka cenderung memaksakan kehendak kepada orang lain dan kurang mampu mengambil hati orang lain dengan cara yang lebih lunak, anjurkan pada koleris untuk lebih bersikap menghargai, dan bersikap tidak kaku, karena mendorong orang lain untuk bertindak tidak selalu dengan cara yang tegas, pada seorang phlegmatis ketegasan dan cara yang mendominasi justru akan menjadikan menyinggung perasaan, mereka yang melankolis memerlukan bujukan melalui paparan perhitungan dari sebuah rencana dengan rinci, mereka yang sanguin selalu ingin cara-cara baru yang meyenangkan, jika tidak ingin dianggap selalu memaksakan kehendak dan membosankan maka anjurkan si koleris untuk dapat bersikap lebih memahami karakater manusia lainya.

Terakhir kali yang harus diperhatikan adalah mengajarkan sikap pema’af, orang koleris bekerja  pada target mereka akan memarahi, menganggap bodoh orang lain ketika bekerja tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, jika sikap toleran ini tidak ada pada sang kolersi maka hal ini akan menjadikan pokok utama dari setiap kegagalan dalam kehidupanya terutama dalam urusan berumah tangga.

Sebagai catatan seseorang dengan tipe Koleris ini adalah manusia dengan bakat pembawaan sebagai seorang pemimpin (walaupun tidak semuanya jadi pemimpin). Mereka menyukai tantangan dan senang memerintah, penuh pertimbangan, cenderung berpikir negatif, pendendam yang kronik, hidup berdasarkan definisinya tentang hal-hal disekitarnya, dan selalu menilai sesuatu menurut logika. Memang secara umum kepribadian yang satu ini kedengaraanya buruk, tapi mereka sebenarnya adalah pengabdi yang setia kepada persahabatan, peduli dengan keadaan orang lain, punya bakat dalam menyelesaikan masalah dengan kreatif, bergerak dengan rencana dan teriorientasi pada jadwal, dan bisa diandalkan untuk mengemban tanggung jawab. 

   Sedangkan cara menaklukkan seseorang dengan kepribadian Koleris tidak suka dikritik, dan sebaliknya sangat suka mengkritik orang lain. Inti sebuah perdebatan bagi mereka adalah kemenangan, bukan kebenaran. Jadi, jika anda terlibat dalam sebuah perdebatan dengan manusia model ini, jangan pernah mengkritik opini mereka. Jika anda tidak setuju, cukup kemukakan opini anda tanpa harus mematahkan argumentasi mereka. Jika anda berhasil menempatkan diri anda pada posisi netral, maka anda sudah memenangkan pertemanan mereka.
















Seorang Koleris bisa terlihat dari :

Sorot matanya tajam, dan berani bertatap pandangan lama.
Duduk sikapnya tegak, gayanya defensif dan/atau superior (tangan bersilang di depan dada, kedua tangan diletakkan di belakang tengkuk).
  • Tiba-tiba aja suka betulin kerah baju Anda yang melenceng.
  • Secara otomatis cenderung suka nyuruh-nyuruh orang.
  • Gigih banget membuat orang lain menerima pendapatnya.
  • Suka berdebat dan beda pendapat dengan orang lain.
  • Suka menjadi pemimpin.
  • Orang lain harus ikut caranya, kalo ngga suka, ya udah, tinggalin!

Dengan Koleris, maka ingat bahwa dia suka banget ketik orang lain memberi pengakuan atau kagum akan segenap pencapaian dia. Biarkan aja dia banyak bicara dan bersikap dominan. Anda tak harus sepakat dengan apa yang dia omongkan, tapi sebaiknya anda (terlihat) mendengarkan dengan baik apa yang dia sampaikan.

v  Untuk Koleris yang mereka butuhkan:
Penghargaan prestasi
Peluang memimpin
Partisipasi memutuskan
Sesuatu utk diatur

v  Dan yang mereka hindarkan:
Istirahat
Kebosanan
Permainan yang tak mungkin dimenangkan

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.
    [QS. Al Baqarah - 208]

Wasalam,



Julak Ian















Tidak ada komentar:

Posting Komentar