Assalamu’alaikum,
Para kakawalan dan bubuhan yang handak mengetahui atau
belajar mengenai masalah atau problem yang rancak terjadi pada motor bakar
diesel lewat media blog site Wadah Tehnik Etam ini ulun
Julak Ian mencoba untuk berbagi ilmu yang sudah pernah didapat lewat pelatihan
dan pengalaman ketika masih begawi di perusahaan alat berat.
Sebelum para pembaca ingin mengetahui lebih lanjut mengenai permasalahan atau problem yang rancak
terjadi pada motor bakar diesel, sebaiknya kakawalan dan bubuhan harus
mengetahui perinsif dasar atau cara kerja dari motor bakar diesel, disamping
itu jua mengerti dan paham akan fungsi dari
bagian-bagian utama dari pada motor bakar diesel itu sendiri.
Pada kesempatan ini Julak Ian hanya membahas problem yang umum
terjadi pada motor bakar diesel alat berat saja kada akan membahas mengenai
perhitungan dan rumusan baik dispacement dari ruang bakar ataupun tenaga yang
dihasilkan dari motor bakar diesel dari berbagai model atau merek yang
dikeluarkan oleh beberapa pabrik begitu juga mengenai proses titik mati atas
TDC [Top Death Center] dan titik mati bawah atau BDC [Bottom Death Center] dan
dikesempatan lain akan diulas mengenai bagaimana mengatasi problemnya serta perawatan
dari motor bakar diesel agar usia mesin bisa mencapai yang ditargetkan dan
masih memiliki nilai dijual yang tinggi.
Sedikit membahas mengenai prinsif dasar kerja dari motor
bakar diesel 4 langkah menurut Julak Ian agar kakawalan dan bubuhan nyaman dan
mudah maingatnya dibuat aja secara perhitungan aja prinsif dasar kerja dari
motor bakar diesel 4 langkah yaitu dua dikali satu sama dengan empat [ 2 X 1 =
4 ] yang mana penjelasannya adalah dua kali putaran poros engkol [crankshaft]
satu kali putaran noken as [camshaft] menghasilkan ampat proses kejadian yaitu
proses isap, proses kompresi, proses kerja atau power serta nang terakhir
proses buang.
Biar lebih nyaman dan mudah diingat berikut gambar proses
secara mendasar mengenai motor bakar diesel ampat langkah atau lebih dikenal
ampat tak :
Dari gambar terlihat pada putaran pertama poros engkol
[crankshaft] dan setengah putaran putaran noken as [camshaf] dimana piston
bergerak ke bawah kondisi kelep isap atau valve intake membuka dan udara masuk
ke ruang bakar sedangkan kelep buang atau valve exhaust menutup kemudian saat proses
kompresi terjadi saat piston bergerak ke atas dan ke dua kelep atau valve baik
isap/intake atau buang/exhaust menutup secara bersamaan bahan bakar fuel diesel
disemprotkan ketika piston akan mencapai ke titik mati atas TDC [Top Death
Center] yang mana start proses penyemprotan bahan bakar fuel diesel disesuaikan
dengan design motor bakar diesel yang dikeluarkan oleh pabrik yang membuatnya,
istilah yang umum dikenal dengan sebutan derajat penyemprotan [Timming degree].
Sedangkan pada putaran kedua poros engkol [crankshaft] dan
setengah putaran putaran noken as [camshaf] dimana piston bergerak kembali ke
bawah karena hasil dari proses ledakan pembakaran dari udara yang dimampatkan
[kompresi] dan disemprotkan bahan bakar fuel diesel ke dalam ruang bakar yang
mana proses ini disebut proses langkah kerja atau power selama proses ini ke
dua kelep isap dan buang masih posisi tertutup, kemudian selanjutnya saat
proses piston bergerak ke atas secara bersamaan kelep buang atau valve exhaust
terbuka dan gas hasil pembakaran atau gas buang akan keluar lewat kelep buang
atau valve exhaust yang terbuka, begitu seterusnya kembali ke proses putaran
pertama dimana terjadi proses isap, kompresi, kerja, dan buang. Sedangkan
mekanisnya yang menyebabkan kelep isap dan kelep buang bisa terbuka atau
tertutup adalah adanya cam lobe pada noken as [camshaft].
Demikian siklus dasar dari proses kerja motor bakar diesel
dimana satu kali siklus dua kali putaran poros engkol [crankshaft] satu kali
putaran noken as [camshaft] menghasilkan empat proses yaitu isap, kompresi,
kerja, dan buang. Dari proses ini maka hasil darinya atau keluarannya berupa
tenaga atau disebut power atau juga horse power/tenaga kuda [HP]. Tenaga inilah
yang kemudian bisa dimanfaatkan untuk berbagai fungsi salah satunya bisa untuk
memutar gear box atau bisa juga digunakan untuk memutar dynamo atau biasa
disebut generator dan masih banyak lagi yang bisa dimanfaatkan keluaran dari
tenaga motor bakar diesel ini.
Tetapi pada kenyataannya hasil dari proses ledakan
pembakaran diruang bakar motor bakar diesel ini tidak semuannya keluar menjadi
tenaga yang ditransfer lewat roda penghubung atau flywheel, tetapi hasilnya
terbagi menjadi beberapa bagian yang terpakai menjadi energi atau ada juga yang
terbuang. Berikut Julak Ian infokan ke kawalan dan bubuhan mengenai hasil dari
proses ledakan pembakaran diruang bakar motor bakar diesel yang pernah
diketahui yaitu sekitar 7% terpakai sebagai radiasi panas ke sebagian komponen
dari motor bakar, 30% dimanfaatkan atau terpakai sebagai energi pendinginan di
beberapa komponent motor bakar, 30%
terbuang sebagai energi gas buang dan sekitar 33% yang benar-benar menjadi
tenaga atau power yang bisa dimanfaatkan dari hasil ledakan pembakaran diruang
bakar motor bakar diesel.
Terlampir gambar suatu motor bakar diesel yang mana hasil dari proses ledakan pembakaran diruang bakar
motor bakar diesel yang energinya terbagi menjadi beberapa bagian :
Selain menjelaskan prinsif dasar dari motor bakar diesel dan
energi yang terpakai dari hasil proses ledakan pembakaran diruang bakar motor
bakar diesel secara singkat Julak Ian juga sekedar maingatkan aja untuk
kakawalan dan bubuhan mengenai bagian-bagian utama atau komponen yang terdapat
pada motor bakar diesel antara lain crankcase
atau cylinder block, poros engkol atau disebut crankshaft, setang seher atau connecting
rod, piston, cylinder liner, noken as
atau camshaft, tappet atau disebut lifter,
batang penumbuk atau push rod, kepala sylinder atau cylinder head, tuas kelep atau rocker arm,
pompa oli pelumas atau lebih dikenal
dengan oil pump, pompa pendingin atau water
pump, pompa bahan bakar diesel
atau fuel injection pump, service valve atau nozzel fuel, komponen yang memasukan udara ke ruang bakar atau
disebut turbocharger, dynamo isi atau alternator, motor star
atau starting motor serta masih
banyak lagi komponen yang merupakan bagian dari motor bakar diesel seperti roda gigi atau gear penghubung, roda
penghubung atau flywheel, damper, housing front, housing rear,
pendingin oli pelumas atau oil cooler, filter udara atau biasa disebut air
cleaner, pipa saluran udara atau intake manifold, saluran gas buang atau exhaust manifold, kenalpot atau muffler dan
pendingin udara masuk atau bisa
disebut aftercooler. Jika kakawalan
atau bubuhan ingin mengetahui fungsi dan cara kerja dari masing-masing komponen
ini akan Julak Ian bahas pada topik komponen
dan bagian-bagian utama dari motor bakar diesel mendatang.
Dari kesemua bagian atau komponen pada motor bakar diesel
yang disebutkan tersebut jika bekerja dan berfungsi dengan baik serta selama
dalam proses perawatan, pengoperasian, penggunaan atau penggantian suku cadang
yang sesuai dan orisinil/genuin pabrik serta usia dari suku cadang itu sendiri
sesuai dengan yang distandarkan oleh pabrik yang mengeluarkan kemungkinan
terjadinya masalah pada motor bakar diesel tidak terjadi.
Jadi menurut Julak Ian ada beberapa faktor utama yang
menyebabkan suatu motor bakar diesel bisa mengalami problem atau masalah yaitu
:
·
Faktor dari perawatan pada motor
bakar diesel.
·
Faktor dari pengoperasian pada motor
bakar diesel.
·
Faktor pemakaian atau penggunaan
suku cadang yang tidak orisinil/genuin.
·
Dan yang terakhir faktor usia dari
komponen dan suku cadang itu sendiri.
Dari beberapa faktor yang bisa menyebabkan motor bakar
diesel menimbulkan masalah bisa kakawalan dan bubuhan pelajari baik dari sumber
penyebab dan akibat yang akan ditimbulkannya dengan melihat beberapa
tanda-tanda awal. Untuk itu perlunnya pengetahuan atau cara kakawalan
mengganalisa secara tehnikal apa yang menjadi penyebab dan apa yang menjadi
akibatnya. Agar analisa problem atau kerusakan yang sudah terjadi bisa lebih
akurat/tepat maka pentingnya setiap ampunnya mesin baisi histori dari
perawatan, jadwal perawatan, data penggantian suku cadang dan yang lebih
penting adanya data laboratorium khusus pengecekan pengambilan contoh oli mesin
dan bahan bakar sesuai jadwal yang sudah disetandarkan pabrik pembuatnya.
Jika kakawalan dan bubuhan beisi motor bakar diesel bisa
merawat, mengoperasikan, memilih suku cadang yang cocok dan orisinil/genuin dan
paham seta mengerti kapan waktunya harus dilakukan penggantian beberapa
komponen bahkan kapan usia dari motor bakar diesel harus dilakukan pembongkaran
besar atau biasa disebut general overhauld.
Tetapi sebagai menambah pengetahuan kakawalan dan bubuhan
jika sewaktu-waktu mengalami masalah dengan motor bakar diesel sudah bisa
mengetahui kemungkinan penyebab asalnya dari apa, dampak lain dari masalahnya
lebih baik lagi bisa mengetahui solusinya
Ada beberapa masalah yang bisa terjadi pada motor bakar
diesel jika kakawalan dan bubuhan kada mematuhui dan melaksanakan apa yang
menjadi panduan dan yang distandarkan oleh pabrik pembuat motor bakar diesel,
berikut Julak Ian berikan sebagian contoh-contoh permasalahan yang bisa muncul
dan terjadi pada motor bakar diesel berdasarkan faktor dan penyebabnya.
A.
Faktor dari
perawatan yang buruk pada motor bakar diesel
Masalah yang bisa terjadi karena
perawatan pada motor bakar diesel yang buruk dari para pengguna atau pemilik
antara lain :
·
Yang berhubungan dengan tenaga atau
power bisa berkurang karena perawatan dalam pembersihan dari filter udara tidak
baik [ngeblok karena banyak debu], air pendinginan yang kurang sehingga
berdampak motor bakar menjadi panas dan mengakibatkan kerja dari motor bakar
berkurang, kondisi dari komponen radiator yang ngeblok atau kurangnya
penjadwalan untuk pengencangan belt dari kipas pendinginan radiator berdampak
hembusan kipas jadi berkurang, kemudian dari segi penggunaan bahan bakar fuel
diesel yang buruk bisa menyebabkan filter yang ngeblok atau kondisi tangki yang kotor atau bahan bakar yang
dipakai/menggunakan kuwalitas rendah bisa juga menyebabkan tenaga dan kinerja
motor bakar terganggu. Dan jika dalam perawatan oli pelumas tidak dijadwalkan
penggantiannya dan pemilihan dari kuwalitas oilnya sendiri tidak standar
mengakibatkan tenaga dan kinerja dari motor bakar diesel juga jadi berkurang
bahkan bisa berdampak terjadinya kerusakan pada komponen yang seharusnya
bekerja normal akhirnya mengalami kerusakan.
·
Usia dari suku cadang jadi pendek
atau cepat mengalami kerusakan karena dampak perawatan yang buruk yang berasal
dari oil pelumas kotor karena tidak pernah diganti sesuai jadwal atau saat
penggantian oil pelumas tercemar karena adanya debu atau kotoran yang juga terikut
masuk ke dalam sistem pada motor bakar. Dengan adannya kotoran yang masuk ke
dalam sistem pelumasan akan mempengaruhi dari komponen yang seharusnya
terlumasi malah mengalami keausan yang cepat dan karena bisa berakibat panas
karena timbulnya gesekan dari komponen yang tidak terlumasi dengan benar.
Selain itu perawatan dari tangki bahan bakar fuel diesel yang buruk bisa cepat
merusak komponen seperti pompa bahan bakar dan semua komponen yang berhubungan
dengan pembakaran termasuk komponen yang ada di dalam ruang bakar. Dengan
kurang terawatnya sistem pendinginan motor bakar diesel apakah itu komponen
dari radiator atau belt dari kipas pendinginan radiator berdampak pada
pendinginan motor bakar itu sendiri yang mengakibatkan temperatur tinggi hal
ini juga yang bisa menusak komponen dan suku cadang bahkan juga tidak cepat
diatasi dengan dibiarkan secara terus menerus malah bisa mengalami pecah pada
komponen cylinder kop atau cylinder head dan cylinder linernya.
B.
Faktor dari pengoperasian
pada motor bakar diesel
Masalah yang bisa terjadi karena
pengoperasian pada motor bakar diesel yang tidak benar dari para pengguna atau pemilik
antara lain :
·
Dengan pengoperasian motor bakar
diesel tidak sesuai prosedure dan berdasarkan panduannya bisa berdampak cepat
rusak komponennya atau bahkan jika lebih parah malah bisa merusak komponen dari
motor bakar itu sendiri misalnya motor bakar yang dioperasikan melebihi daya
kemampuannya atau sebaliknya motor bakar selalu dioperasikan dibawah power yang
direkomendasikan oleh pabrik yang membuatnya. Contoh lain pengoperasian motor
bakar yang tidak sesuai aplikasinya yang sudah dikeluarkan oleh pabriknya juga
bisa berdampak buruk pada komponen atau suku cadang dari motor bakar itu
sendiri.
·
Pengoperasian dari motor bakar
diesel yang diaplikasikan pada machine yang menggunakan roda seperti truk,
dengan melakukan penurunan putaran motor bakar diesel sedangkan kondisi machine
bergerak laju pada turunan dengan kata lain putaran poros engkol pada motor
bakar diesel lebih rendah dari putaran roda pada machine hal ini juga akan
berdampak bisa merusak dari komponen motor bakar itu sendiri.
·
Motor bakar diesel yang dioperasikan
melebihi usia pakainya juga akan berdampak akan terjadinya kerusakan pada
komponennya sehingga berdampak tingginya biaya perbaikan dari motor bakar itu
sendiri.
C.
Faktor pemakaian
atau penggunaan suku cadang yang tidak orisinil/genuin
Masalah yang bisa juga terjadi karena pemakaian atau
penggunaan suku cadang yang tidak orisinil/genuin pada motor bakar diesel, hal
ini sebenarnya sudah jelas kalau pemilik atau pengguna melakukan pemasangan
suku cadang yang bukan standar dari
motor bakar diesel tersebut contohnya :
·
Dengan memasangkan filter udara yang
tidak standar akan beresiko terjadinya kebocoran yang bisa menyebabkan debu
bisa masuk ke ruang bakar dan berdampak keausan pada beberapa komponen seperti
cylinder liner dan ring pada pistonnya. Selain itu juga jika debu sampai masuk
ke sistem pelumasan malah akan memperparah ke ausan komponen yang lainnya.
·
Suku cadang berupa metal duduk yang
tidak standar jika digunakan akan berdampak cepatnya mengalami keausan dan
malah menjadikan kontaminasi di dalam sistem motor bakar diesel itu sendiri.
Dan masih banyak lagi dampak dari penggunaan suku cadang yang tidak orisinil/genuin
atau standar oleh pabrik yang membuatnya.
D.
Faktor terakhir
yang bisa menimbulkan masalah adalah usia dari komponen dan suku cadang itu
sendiri
Sama halnya motor bakar diesel
dengan mahluk hidup, komponen dan suku cadangnya pun memiliki usia pakai. Jika
usia dari komponen dan suku cadang sudah melampaui atau melewati batas yang distandarkan
kemungkinan akan menimbulkan masalah atau mengalami kerusakan semakin besar
dengan kata lain resiko kerusakan semakin tinggi. Untuk faktor usia ini menurut
Julak Ian tidak perlu dijelaskan lagi dan diberikan contohnya karena seharusnya
kakawalan dan bubuhan sudah mengetahuinya.
Dari penjelasan singkat diatas
mengenai beberapa faktor yang bisa menyebabkan terjadinya masalah pada suatu
motor bakar diesel balum lengkap kalau tidak disertakan contoh dari kerusakan
yang diakibatkannya, berikut beberapa contoh yang bisa Julak Ian tampilkan pada
media ini.
Kumpulan foto-foto dibawah akibat
yang ditimbulkan karena diabaikannya segi perawatan untuk pendinginan pada
motor bakar diesel dan faktor pengoperasian yang tidak benar dimana kepala sylinder
[cylinder head] mengalami retak karena panas yang tinggi diarea tersebut.
Selanjutnya kumpulan foto-foto akibat dari pengoperasian motor bakar diesel yang tidak
sesuai dengan prosedure yang distandarkan oleh pabrik dimana kelep isap dan kelep
buang mengalami patah dan batang penumbuk [push rod] bengkok karena putaran
motor bakar diesel tidak terkontrol [istilah tehniknya Overspeed].
Dan berikut kumpulan foto-foto akibat dari perawatan yang
buruk dan bisa juga dari pengoperasian yang tidak sesuai prosedure dimana poros
engkol mengalami panas tinggi dan terjadi keausan dimetal duduknya karena oli
pelumasnya tidak bisa lagi berfungsi dengan baik.
Demikian beberapa problem yang rancak terjadi pada motor
bakar diesel alat berat beserta contoh foto kerusakan dan akibatnya yang bisa
Julak Ian sampaikan semoga bisa bermanfaat bagi kakawalan dan bubuhan.
Dan
perumpamaan-perumpamaan ini Kami buatkan untuk manusia; dan tiada yang
memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu .
[Surah 029_ Al 'Ankabuut_ayat 43]
[Surah 029_ Al 'Ankabuut_ayat 43]
Wasalam,
Julak Ian






Tidak ada komentar:
Posting Komentar